Minggu, 21 Oktober 2012

thiwul gunung kidul



Usaha rumah tangga
Ibu rumah tangga merupakan manajer yang handal dalam penerapan kehidupan di masyarakat. Manajemen alamiah mereka dalam rumah tangga muncul seiring berjalannya waktu, dengan pengalaman yang tidak perlu diragukan lagi. Disadari atau tidak, sebelumnya mereka secara langsung mampu dan telah terbiasa dalam penerapan aktivitas yang sekarang ini gencar disosialisasikan oleh pemerintah yang disebut sebagai diversifikasi pangan.

Kaitan antara diversifikasi pangan dengan bisnis pangan; diakui atau tidak, perempuan/ ibu rumah tangga (dalam  hal ini di daerah pedesaan) adalah sosok figure yang perlu diperhatikan dan diteladani. Hal itu karena mereka telah mampu mengetahui; mengenal; bahkan sudah seringkali melakukan aktivitas usaha yang mampu mengangkat martabat perempuan melalui proses pemberdayaan social ekonomi. Wujud proses tersebut yang dinamakan sebagai proses pengolahan hasil pertanian spesifikasi potensi wilayah yaitu ketela pohon/ ubi kayu/ singkong (pohong - Jw.). Singkatnya, aktivitas usaha yang dimaksud adalah perlakuan pasca panen ubi kayu untuk diolah menjadi makanan yang dinamakan tiwul. Menggunakan teknologi sederhana tepat guna dengan diimbangi tingkat sumberdaya manusia yang sarat dengan keterampilan dan pengalaman, maka tiwul tersebut dikemas menjadi makanan siap saji (instan). Oleh karenanya disebut sebagai tiwul instan

Potensi Usaha Tiwul Instan
-  Masyarakat di daerah setempat sebagian besar masih gemar mengkonsumsi tiwul dalam kesehariannya, namun demikian ternyata sampai dengan detik ini tiwul ternyata telah booming menjadi makanan pokok selingan orang-orang di daerah perkotaan
-   Adanya canangan penerapan diversifikasi pangan dari program pemerintah dalam Perpres No. 22 tahun 2009 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) sesuai sumberdaya lokal
-   Banyaknya tersedia bahan baku tiwul berupa ketela pohon yang melimpah di daerah pedesaan

Faktor Penunjang Usaha Tiwul Instan
Faktor Teknis
-   Keterampilan dalam mengolah (memproses) bahan baku berupa ketela pohon menjadi tiwul instan telah dimiliki oleh perempuan/ ibu rumah tangga
-    Bahan baku dalam pembuatan tiwul instan melimpah
-  Usaha industri tiwul instan mampu menunjang aktivitas positif di sekitarnya, baik yang menyangkut aspek social maupun ekonomi masyarakat

Faktor Ekonomi
-  Pola usaha industri tiwul instan terjadi secara terus menerus (berkesinambungan) tanpa tergantung pada musim
-   Sudah ada pasar tetap dalam penjualan produk tersebut, dalam hal ini misalnya melalui warung, toko, dan lain-lain, baik local maupun cakupan pemasaran yang lebih luas
-   Keuntungan usaha yang diperoleh mampu sebagai pemupukan modal untuk usaha berikutnya maupun dalam menunjang perekonomian rumah tangga masing-masing perempuan/ ibu rumah tangga

Faktor Sosial
-  Usaha industri rumah tangga tiwul instan tidak bertentangan dengan norma masyarakat setempat
-   Usaha industri rumah tangga tiwul instan mampu meningkatkan peran serta anggota rumah tangga perempuan/ ibu rumah tangga maupun masyarakat dalam hal pengetahuan, sikap serta keterampilannya
-  Usaha industri rumah tangga tiwul instan diprediksi positif mampu memberikan lapangan kerja bagi masyarakat setempat pada masa yang akan datang, sehingga pengangguran diharapkan akan semakin berkurang


Related Posts by Categories



Widget by Scrapur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar